MATI  

Posted by adistyawd

Siapa yang akan menyangka jika sang pencabut nyawa selalu berkeliling disekitar kita? Dan tanpa terasa ia telah mengambil hal berharga begitu saja dari kita. Hingga siapa saja pasti pernah berpikir, kenapa dia? Kenapa bukan yang lain? Kenapa bukan aku saja? Tenang, semua dapat gilirannya masing-masing.

Hei ayolah, berhenti main-main dengan perasaanku. Kenapa selalu memberi dan mengambil begitu saja? Jika hanya meninggalkan rasa sakit lebih baik jangan memberi hal yang menumbuhkan rasa cinta. Apa ini hanya sebuah permainan? Apa Kau hanya ingin tau bagaimana keadaanku jika aku ditinggalkan? Apa ini lelucon? Memberikan sesuatu agar aku melimpahkan kasih sayangku dan saat semua kasih sayang itu tak dapat tertampung, Kau mengambil begitu saja sesuatu tersebut. Dengan mudahnya. Hingga aku terluka. Dengan berbagai cara. Hingga akhirnya yang aku dapatkan hanya rasa penyesalan, rasa sakit, rasa bersalah. Apa itu tujuanMu dengan memberikan sesuatu tersebut? Agar aku menderita? Iyakah?

Aku punya kucing. Nggak Cuma satu. tadinya hanya satu, tapi kini (seharusnya ada 4). Entah memang ditakdirkan, seleksi alam, uji coba, atau apalah. Setiap generasi hanya bertahan satu ekor. Yang lainnya pasti mati, entah itu tertabrak, keracunan, virus, dan yang terakhir hampir disantap kucing liar jantan. Selalu bertahan satu ekor. Dan tidak pernah tidak meninggalkan luka.
Dan yah, selalu terjadi menjelang atau saat bulan puasa. Entah itu takdir atau apalah. Tapi itu hampir terjadi setiap tahun. Hal tersebut menggoyahkan iman, muncul rasa takut menjelang bulan tersebut. Iyakah? Tidak. Dia membuktikannya sekarang, Dia seperti mengatakan padaku “aku bisa ambil kapan saja, sesukaKu”
Haruskah?

[Ia terancam mati didepanmu, kau membiarkannya dan itu terjadi dengan cepat. Kau berhasil merebutnya digenggamanmu namun tidak dengan nyawanya. Penyesalan dan penyesalan akan selalu berada disekelilingmu. Menghantuimu. Menerkammu. Melumatmu.]


*Sebagian orang menganggap hewan peliharaan bagian anggota keluarganya. Bagaimana perasaanmu jika anggota keluargamu meninggalkanmu dan takkan pernah kembali?


Perasaan  

Posted by adistyawd

Well, aku nulis blog cuma pas galau, kesel, sedih pokoknya lagi kiruh hate we. Tapi seharusnya aku udah menuhin ini blog dengan ribuan tulisan, karna hate ku kiruh unggal poe. Cuma karna aku orangnya males n wegahan, jadi yaa saat lagi teu wegah we nulisna.
Da kumaha dai, pengen curhat teu boga wadahna, curhat ketemen ntar malah ngomong ‘aing ge loba masalah ditatambah ku sia’ ntar teh di gituin. (nya da positif thinking heula we abi mah, *lah)
-------------------------------------------------------------
Ngontrol perasaan. Hebat banget ya orang yang katanya bisa ngontrol perasaan. Jadi mereka bisa semaunya kendaliin hati mereka, untuk suka sama siapa, jatuh cinta sama siapa. Tapi, masa iya ada yang kayak gitu? Aku? Bukan kok, aku bukan salah satu dari mereka (yang bahkan aku gak tau mereka ada atau nggak).
Sering aku nyoba maksain kehendak buat tertarik pada siapa, nggak lain nggak bukan (pokoknya yang nggak-nggak) adalah agar bisa mengalihkan perasaanku yang udah manteng ditempat yang salah ke tempat yang lain. Iya, salah. Tau salah karna dia tertarik dengan yang lain, tau salah karna dia sangat sulit untuk dijangkau. Maka dari itu aku memaksa perasaanku sendiri untuk tertarik dengan yang lain yang mudah digapai.  Jajaja (ketawa ala spanyol) emang terdengar bodoh. Tapi dengan sikap tersebut walau sebenarnya tidak berhasil bahkan tidak berpengaruh pada perasaanku (yang sebenarnya) sama sekali, seenggaknya ngefek pada beberapa hal. Misalnya saja, perasaanku pada orang yang salah tersebut tidak diketahui orang lain dan dapat mengalihkan perhatianku pada orang yang salah tersebut. Walaupun pada akhirnya perasaanku yang sebenarnya masih manteng ditempat yang salah itu.
Aku bahkan heran, bagaimana bisa aku tertarik pada seorang yang bahkan tidak dapat kulihat secara langsung saat itu. Bagaimana bisa dia menarik perhatianku? Ah sudahlah, hanya masa lalu. Iya masa lalu, ini tulisan dulu-dulu yang sayang kalo nggak diposting. Hoho karna pas gali-gali arsip nemu curhatan lebay. Sekalian mengarungi lautan masa lalu (laut dikarungan moal beak-beak).
Hidup ini cukup menyibukkanku untuk mencari arti kedewasaan. Tidak ada waktu untuk mengartikan yang lainnya. Tertawa sedikit saja sangat berarti dalam hidupku saat ini. Entah karna mimpi telah memudar, entahlah. Saat ini aku hanya bisa mengikuti arus hidupku saja. Yang entah akan membawaku kemana.